Tampilkan postingan dengan label Sehari-hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehari-hari. Tampilkan semua postingan

Petualangan Si Gundul

Petualangan Si Gundul kali ini akan menyusuri Kota Pati dan Kudus. Kali ini Si Gundul ditemani 2 orang temannya. Lho kok Si Gundul Om?? Oiya aku teringat dengan kisah petualangan Si Gundul di Trans 7. Emang sih petualangannya dihutan dan liar gitu, tapi petualanganku dan 2 temanku ini juga ga kalah liar dan nekad walaupun di kota bukan di hutan. So inilah petualangan si Gundul dan 2 Bolang yang siap backpackeran.

Asal mula, sebenarnya ini adalah lanjutan dari Para Pencari Kerja dan kali ini Kudus dan Pati adalah next destinationnya. Bersama 2 Para Pencari Kerja, aku dan Baus serta bodyguard, Eno Netral alias Yoga Huoh. Kita berangkat pagi dari rumah Baus menuju shelter TransJogja di JEC dengan jalan kaki. Lumayan kepanasan dan kringetan. Ternyata menunggu bus sampai Terminal Jombor memakan waktu 1 jam. Rencana berangkat pagi gagal karena bus baru sampai Terminal Jombor jam 11 siang, so kita berangkat siang. Disana terjadi negosiasi antara kita bertiga. Yoga yg bermodalkan 100 ribu akhirnya setuju untuk naik bus patas, tapi kita sepakat untuk pulang ke Jogja naik ekonomi biar pengeluaran ga terlalu banyak.

Perjalanan pun berlangsung, dengan AC bus yg dingin akhirnya membuat kita bertiga kelaparan. Untungnya ada sebuah roti yg lumayan mengganjal perut kita bertiga yg kelaparan. Tapi ga bertahan lama, so kita putusin untuk makan siang di terminal Semarang nanti.

Setelah mengalami badai kelaparan dan tertolong oleh roti sobek, kita sampai di check point 1, Terminal Semarang untuk ganti bus menuju Pati. Kali ini kita akan singgah dirumah Panji Tapen. Panji Si Peta pun berpesan utk naik bus jurusan Surabaya dan turun di Alun-alun Juwana, dengan tarif 10 ribu, murah lah. Akhirnya kita makan sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Kali ini kita juga sepakat memesan bakso, karena kita sempat ngeces2 membayangkan makan bakso di bus yg dingin tadi. Tapi sepertinya bukan bakso asli yg kita dapat, melainkan mi instan rebus dengan tambahan 3 butir bakso, mana mahal lagi. Ah gapapa lah, laper gini, santap aja.

Datang juga orang Papua yg lancar dg kondisi Jawa. "Mas2 mau kemana? Sini om temenin nyari busnya. Surabaya apa Papua ada disini mas." Yah itulah orang Papua yg menawarkan diri mencarikan bus untuk kami, tapi kami tolak. Akhirnya orang Papua yg menyebut dirinya Om itu mencari korban lain dengan logat Papuanya.

Perjalanan pun berlanjut, kami menaiki bus yg dimaksud Panji. Ternyata bus itu ber AC juga. Sebenarnya kita udah berfirasat, kok bus AC Semarang-Pati Cuma 10ribu ya? Dan ternyata firasat itu benar, ternyata tarifnya adalah 30ribu, kampret. Wah kita salah bus apa Si Panji menipu kita nih. Akhirnya rencana biaya murah pun batal, si Yoga tambah uring2an. Ternyata Panji ga ngasih tau kita kalau nama bus yg dimaksud ada yg level ekonomi dan patas. Wah kacau ni, yaudahlah kita nikmatin saja bus ini. Akhirnya kami menguasai bus itu dengan 1 orang duduk di 2 kursi, dan dibuat menyandar.

2jam berlalu akhirnya kita sampai di Alun-alun Juwana. Dijemput Panji dengan 2 sepeda motornya kita pun menuju rumahnya yg memakan waktu setengah jam dan melewati kegelapan malam. Weits, ada yg lupa, kita menyantap Nasi Gandul Pati dulu sebelum ke rumah Panji.

Dan tibalah kita di rumah Panji yg katanya di pohon rumah tetangganya ada Genderuwonya. Hmm, aku pikir Genderuwo nya ya Panji itu.

Kita hanya singgah semalam di rumah Panji, malam itu kita belajar buat tes besok, kebetulan aku dan Baus ada tes interview. Dengan dibantu oleh Yoga dan Panji kita kembali mengorek latihan program seperti waktu kuiah. Dan malam pun ditutup dengan main kartu, setidaknya ini menjadi kebiasaan ketika besok ada tes kerja, tapi sepertinya ga perlu di contoh ya anak2.

Pagi pun datang, aku dan Baus musti berangkat ke Kudus untuk menjalani tes, sedangkan Yoga yg notabene sebagai bodyguard tetap stay di rumah Panji sementara sampai kita selesai, dia menyusul ke Kudus untuk pulang ke Jogja. Akhirnya setelah menemui kemacetan selama perjalanan menggunakan bus ekonomi menuju Terminal Kudus, 1 jam kemudian kita sampai di Terminal dengan kondisi yg berkeringat karena kepanasan di dalam bus. Kami pun berjalan menuju tempat tes, kerena kata Panji tempat tesnya deket dari terminal. Perusahaan ini kebetulan memiliki beberapa unit kerja yg berbeda2, namun berlokasi yg ga terlalu jauh. Sompret deket gimana? Ternyata lumayan bikin capek juga Njik kalo jalan, fuh, badan pun tambah berkeringat, ditambah tasku yg super berat menambah perjalanan semakin jauh.

Jam 9 kurang pun kita telah samapi di lokasi tes, dan memasukin ruang tes yg ber AC cukup menyegarkan, tapi tunggu sebentar..

Baus: "Yop aku dapat telpon dari ibu yg minta wawancara.
"
Aku: "Piye Us?"
Baus: "Ternyata kita salah tempat.."

Wealah, kita dah di dalam ruangan untuk mengisi formulir, ternyata kita salah tempat ujian. Wah Panji ki lagi2 informasinya salah lagi, kita dikerjain Panji po yo. Akhirnya berjalan lagi menuju lokasi sebenarnya yg lumayan bikin tambah berkeringat lagi. Setelah interview selesai ternyata ada tes tambahan siangnya, dan lebih parahnya tesnya di lokasi pertama, so kita balik lagi kesana dengan jalan kaki lagi, fuhh..

Sore pun datang akhirnya kita selesai dan bersiap menuju Terminal Kudus untuk menuju Semarang dan lanjut ke Jogja. Kita buru2 soalnya Bus Jogja yg dari Semarang Cuma sampai jam 5 sore. Lagi2 kita berjalan. Yoga pun kita kabarin untuk segera menyusul ke Terminal biar bareng pulang Jogjanya. Sekarang kita punya 1 misi “Naik Bus Ekonomi”.

Weits ternyata Yoga dan Panji yg gak ikut tes, menikmati masa2 tersiksanya aku dan Baus dengan keliling Pati dan Rembang, trus maen ke laut dan pantai disana. Wah berbanding terbalik dgn keadaan 2 Para Pencari Kerja ini.

Karena kita telat, bus ke Jogja ternyata udah ga lewat, so solusinya kita naik bus arah Solo dan nantinya berganti bus lagi menuju Jogja. Dan untuk kesekian kalinya kita salah bus lagi, bukan ekonomi tapi malah patas lagi. Duh, uangnya habis2an, gara2 mbak2 yg mau naek bus arah Solo yang mengajak naik bus itu juga, kirain bus ekonomi, ternyata patas. Damn..
Sesampai Jogja sudah pukul 11 malam, fuhh, akhirnya kita berjalan kaki lagi untuk menuju rumah Baus. Dan tau gak?? Kita udah menggalakkan Gerakkan 10.000 langkah. Capek banget tau, fuh, seharian penuh dengan jalan kaki.

Yups itu dia cerita backpakeran si Gundul bersama 2 Bolang. Dan di tutup dengan badan pegal2 karena terus2an berjalan. Yasudahlah, semoga hasil interview dan tes kerja tadi bisa maksimal. Sekian dari om.. Om mau pamit dulu.. Wassalam.

Jakarta? Nooo..

Akhirnya.. Setelah menunggu lebih dari 1 minggu, aku diberi kesempatan lagi buat ngeblog. Tapi kali ini bukan karena laten twitter apalagi laten korupsi yg bikin aku ga ngeblog, tapi karena nyari kerja :). Apa yg terjadi ya selama seminggu ini? Yg pasti PR ku buat ngeblog jadi banyak nih.
Aku akan menceritakan satu persatu kejadian selama seminggu ini. Dimulai dari perjalanan sendiriku menuju ibukota untuk mencari kerja. Itulah kali pertamaku untuk mencari kerja di luar kota dengan sendiri, tanpa ada yg menemani (oowh, kasian). Sebenarnya berat untuk menuju kesana sendirian, apalagi ke Jakarta, kota yg penuh dg orang dan juga kekerasan segala cara, tapi yaudahlah kita kan niatnya baik, so maju teruss.

Dengan menaiki kereta bisnis, Senja Utama Solo dari Stasiun Tugu Jogja, aku berangkat Kamis malam dengan membawa 2 tas, satu tas berisi baju dll, dan tas satunya berisi ijasah serta buku2. Meskipun sendirian, aku duduk bersama dengan 1 keluarga dari Solo yg mau menuju Jakarta juga, jadi ada yg bisa diajak ngobrol. Kebetulan keluarga itu mau menghadiri pentas seni saudaranya di Taman Ismail Marjuki besoknya. Dasar emang nasibku sedang baik atau gimana, keluarga ini juga menawari aku makan, akhirnya sebungkus nasi ayam yg dibeli dari pedagang keliling pun kami santap bersama2, hehe. Ga cuma itu aja, sang ibu juga mendoakan ku supaya ketrima kerja pada tes di Jakarta nanti. Wah baik banget, amin.. amin..

Malam pun tiba, suara2 pedagang yg promo produknya makin kenceng serasa pake toa, hingga akhirnya aku tertidur dan terbangun setelah Subuh, Jakarta telah dekat. Akhirnya aku dan keluarga super baik itu pun berpisah sesampainya di Stasiun Senen dengan saling mendoakan keselamatan bersama.

Weits, siapa bilang aku sendirian ke Jakarta? Eh tadi aku yg bilang ya. Iya sih, perjalananku dan tujuanku ke Jakarta emang sendirian, tapi temanku disana telah menyambutku utk menampung tempat tinggal dan tentunya menjemputku di stasiun. Kita sambut, Panjik Tapen.. Panji lah orang itu yg bakal aku ajak berpetualang di Jakarta. Panji udah lebih dulu ke Jakarta utk mengikuti pemberkasan setelah dia ketrima kerja satu badan dengan Gayus (Ojo koyo Gayus lho Njik). So, karena Panji masih pemberkasan, dia juga numpang di kos temennya, dan statusku nanti menjadi numpang di kos temennya temenku, ribet kan.

Dan inilah perjalan kita dimulai…

KOTA LIAR

Sejak pertama menginjakkan dan tinggal di Jakarta, rasanya julukan itu pantas diberikan untuk ibukota. Why?? Inilah beberapa alasannya. Begitu aku dijemput Panji di stasiun, aku langsung disambut oleh kelakuan 2 ekor kucing liar yg berkejar2an sampai menaiki pohon. Dan kami berdua pun makan di warteg stasiun sebelum aku mengambil kartu tes, dan lagi2 kucing disana ‘mengintil’ di bawah kursiku dan Panji. Seolah-olah siap melompat meja untuk mengambil ikan, lauk kami. Lebih liarnya lagi, saat aku mencoba mengusirnya dengan menendang, eh kaki kucing itu membalas dengan hendak mencakarnya. Kami pun jadi syok dan nafsu makan pun hilang, hingga kami memutuskan utk menyudahi makan meski belum habis gara2 parno sama kucing tadi. Liar benar kucing2 disini.

Keliaran kedua, pengndara motor disini ga ada yg mau ngalah, semuanya serba ngebut dan ngebut. Ya mungkin karena di daerah Jakarta Pusat kali ya, sampai2 bus pun hendak menabrak pengendara motor karena saking liarnya. Benar2 pengendara yg liar.

Keliaran ketiga, aku sempet kaget, begitu juga Panji ketika sesosok manusia berulah di belakangku, dan baru ku sadari makhluk itu adalah orang gila. Dengan menggenggam sesuatu barang di tangannya, orang gila ini langsung lari dan melempar sopir angkot yg sedang mengemudi di terminal. Sangat liar sekali orang gila disini, tentu dengan lemparan liarnya.

Keliaran keempat, kucing selalu ditemui disini dengan luka2 di wajahnya, mungkin karena liar dan kerasnya kota ini sehingga kucing sampai harus berebut jatah tempat. Ga cuma kucing, tikus disini pun gada takutnya sama kucing bahkan manusia, mulai dari tikus got sampai tikus kecil yg slalu mampir di kamar Zuki, teman Panji yg sekaligus pemilik kamar kos yg kita singgahi.

Keliaran kelima dan kesekian, inilah yg paling parah, yaitu kejahatan. Kita musti waspada kalo disini, kapanpun itu kejahatan slalu ada. Bayangin aja, kereta apiku udah kena lemparan batu beberapa kali selama perjalanan, bahkan penumpang didepanku mukanya sampai terluka dan berdarah.

Sampai satu ketika aku, Panji dan Sahid (teman Panji yg juga sedang liburan ke Jakarta), memutuskan utk naik bus Kopaja untuk pulang karena capek naik Trans Jakarta yg kebanykan jalan di lorong dan muter2. Dan selama di dalam bus sampai tempat tujuan, rasanya aku dan Panji seperti tertekan dgn keadaa kota ini. Bagitu masuk kopaja, datanglah gerombolan yg aku kira pengamen, namun ternyata itu adalah orang2 yg meminta2 uang dgn cara yg ga wajar. Setelah berorasi dgn menakut-nakuti, dan beratraksi dengan silet (tentu untuk menakut2i juga), gerombolan ini minta uang secara terang2an. Dengan alibi untuk makan, tapi aku yakin mereka benar2 melakukan tindak kekerasan setidaknya pengancaman kepada penumpang. Bahkan jika ga di kasih uang, gerombolan ini langsung memaki-maki. Si Sahid sempet jadi korban, ia memberi uang Rp 200,- dan di balikin kembali dgn misuh2. Kota apa ini Njik?? Meskipun akhirnya kami selamat dari bahaya yg lebih parah, tapi kami juga syok. Terhitung sudah 3 kali gerombolan dgn orasi dan cara yg sama selama menaiki satu bus ini. Glegg.

Itulah beberapa alasanku utk menyebut kota itu, yah meskipun masih banyak alasan yg lainnya.
Yah akhirnya pengambilan kartu dan tes di Gelora Bung Karno pun aku jalani, semoga saja hasilnya memuaskan. Dan setelah itu kita memutuskan untuk jalan2 ga jelas mengitari Jakarta, setidakny refreshing setelah mengalami tekanan batin. Dan singgahlah kami di Monas, menyaksikan pemandangan kota Jakarta dari puncak Monas meskipun harus menunggu selama lebih dari 1 jam untuk antre masuk. Perlu diingat, selama kamu tinggal di Jakarta, kamu akan merasa uang cepat habis dan waktu berlalu cepat, entah kenapa, mungkin juga karena kemacetan yg sangat memakan waktu.

Yups, itulah PR posting blog ku yg udah aku kerjakan. Masih banyak cerita pahit manis selama di Jakarta tapi semoga tulisan kali ini bisa mewakili semuanya. Sebagai bonus, aku tampilkan juga beberapa poto yg di ambil di ibu kota.







Anak hilang kesasar di Trans Jakarta













Emak, anakmu menginjakkan kaki di Jakarte.











Sebelum tes malah kemeja ketinggalan di kos, kemeja si Adi Broklak pun jadi korban.
















Lokasi tes di Gelora Bung Karno, mantap. (Update status).











Busway dari atas Blok M Square.














Antri yg melelahkan.. fuhh












Ojo suwe2 Njik, mengko timbilen lho mripate, hehe.












Dua pemuda Pati (Panji dan Sahid) saling berkumpul.
















Pendek ternyata monasnya, segitu doang.





















Dua pemuda Pati disatukan oleh tugu Monas.















Pemandangan Jakarta (Masjid Istiqlal dan Pertamina) dari Monas.








"Om kasiani kami om.."

Dari Abu Sampai Semarang

Intro:
Aku setuju dgn pendapat Raditya Dika pada salah satu twit nya kemarin tentang Bahaya Laten Twitter. Yaiyalah, sebagai orang yg punya profesi sama yaitu blogger, aku jadi makin jarang nulis sesuatu apapun itu di blog karena lebih sering dicritakan lewat akun twitter itu. Ahh, yasudahlah, mumpung dan mumpung aku ada sedikit waktu luang, aku mau ngepos sedikit di blog.
Djogja, 30 Oktober 2010
Hari ini aku persiapan mau ke Semarang untuk pengambilan kartu tes CPNS (Akhirnya niat kerja juga), dan ditemani oleh si penakluk pria, eh maksudnya penakluk wanita, Suluh, aku berangkat menaiki si Vega (ini motor, bukan orang). Tapi pagi ini suasananya berbeda. Gunung Merapi yg dari tgl 25 Oktober bergejolak, pada pagi ini meletus utk yg ke-3 kalinya. Dan hasilnya baru kali ini hujan abu sampai daerah rumahku, Mbantul. Bahkan sudah sampai Gunung Kidul dan Wates juga. Benar2 dahsayt efeknya. Tapi itu ga menghalangi langkah 2 lelaki sejati dan hmm Luh koe sejati ora? Baiklah kita tetap menuju Semarang.

Ekspresi Suluh saat hujan abu menurutmu apa:
a. Dia meloncat2 lalu menekuk lututnya dan mengangkat kedua tangannya tanda ingin menangkap abu yg dikira salju dari langit.
b. Langsung mengumpulkan abu dan di buatlah boneka salju dari abu.
c. Bersyukur dan kemudian mengambil semangkok abu untuk cuci piring yg kebetulan pas sabun piringnya habis.
Selama perjalanan menuju Semarang, keadaan Ringroad utara sampai jalan Magelanglah yg paling parah karena hujan abu tersebut. Sampai2 jarak pandang hanya sekitar 20 meter. Untuk itu aku sempat mengabadikan keadaan jalanan tersebut melalui jepretan kamera.



Alhasil, karena debu yg beterbangan dan sangat mengganggu hidung, mata, dan Superman yg sedang terbang maka bajuku yg sangat rapi dan didesain khusus untuk pengambilan kartu itupun menjadi kotor sekali. Celana kain ku udah kayak celana sehari2 Suluh, bukan maksudnya udah kayak habis perang. Kotor, dan seperti berlumpur. Bahkan saat aku memompa ban di bengkel, tukang pompa nya sampai bilang, “Mas, kecemplung di got mana? Kok itu kotorannya masih menempel (sambil menunjuk Suluh)”. Haha, Suluh lagi Suluh lagi..
3jam lebih pun berlalu dan akhirnya sampai juga di Kota Lumpia. Dan dengan air masjid pun aku bersihkan debu2 intan tadi yg membuat putih celana kainku. Sedangkan Suluh? Lihat saja, di menjilati bajunya untuk menghilngkan noda putih. Sori Luh, koe dadi korban blog ku kali ini. Meskipun sempat nyasar, muter2 bahkan Suluh sampai hampir di tendang pengendara motor gara2 nyebrang ga lihat jalan, akhirnya tempat pengambilan kartu pun ketetemu, Politeknik Ilmu Pelayaran.

Prosesi dan prosesi pun kita lakukan dan akhirnya kelar juga pengambilan kartu tersebut. Kami mampir di warung Pak X (Gatau namanya) untuk makan siang, sambil tanya2 alamat.

Seusai itu, kita langsung cabut utk kembali ke Jogja, karena tujuan kali ini memang hanya mengambil kartu tes aja, jadi ya ga ada rencana utk maen2 ke semarang dulu. Jadi ya pantat ini gempor segempor2nya, lha cuma istirahat sebentar doang. Dan tentu saja sesampai di Jogja (Ringroad) perang abu pun dimulai kembali. Tadinya baju udahh mendingan ga kotor, eh sekarang kena abu lagi. Apesnya lagi dari Jalan Magelang hujan udah turun, eh di ringroad ga hujan. Yasudahlah, pasukan bermantol tolol tetap melaju dengan mantol hujan alias jas hujan ditengah badai gurun disebuah kota.

Sesampai dikediaman Suluh:
Semua mata tertuju pada 2 anak jadi2an ini, berkostum mantol penuh dengan lumpur, sdangkan keadaan disekitar ga ada hujan dan badai udah reda. Bodoh amat, yg penting kita pake Masker jadi ga keliatan mukanya, haha.

Inilah kisah perjalanan 2 pengelana kentir yg aku sumpelkan di blog ini. Semoga kisah ini mampu mengobati kerinduan agan2 semua yg lama sudah tidak membaca blog ku. Kita nantikan lagi cerita tentang perjalanan tersebut yg mungkin akan berlanjut minggu depan nanti. Berharap juga semoga abu vulkanik dan musibah merapi segera cepat teratasi biar aman dan nyaman seperti Jogja dulu. Tentu saja semoga bahaya Laten Twitter akan segera berhenti supaya bisa sering2 lagi nulis di blog. Duh mripatku kilipen.. Oiya laten tu artinya apa ya? Asal jiplak aja tadi, hehe

Film Super Pendek

Salam Oktober..

Beberapa minggu ini, aku dan blog ku sedang mengalami masa2 gundah gulana. Aku yg udah jarang ngeblog, tema2 tampilan blog berganti2 karena belum menemukan tema yg klop, bahkan sampai pingin ganti domain ke wordpress.com. Ya mungkin jenuh juga dengan tampilan ini itu mulu, pingin suatu yg baru, sukur2 punya domain sendiri, kaptenireng.com. Argh, entahlah. Sekarang mah sedang belajar apa aja untuk mejadi Blog Kapten Ireng yg lebih baik. Mari kita amini. Aminn.

Dari pada jenuh lagi karena mikirin proses dam rencana sgala macam yg ga kunjung berhasil, mending aku ngeblog lagi aja ah. Sebenernya belum ada tema juga tentang posting selanjutnya, tapi kemarin aku iseng2 buka file2 video aneh ku, jadi kepikirin buat posting video disini, hehe.

Oiya sebelumnya aku juga sempat bikin acount ‘kaptenireng’ di YouTube buat melancarkan rencana ini. Dan alhasil, beberapa video aneh alias koplak karya ku berhasil terupload disana. Mumpung masih belum ada tema postingan baru, nih aku tampilin sekalian aja video2 keisenganku di Blog kebanggan kita ku ini. Semoga saja bisa sedikit menghibur kalian ya.

# Panji Film
Dibintangi oleh Panjik Tapen asal Pati, Baus alias Bagus, Helmi si Licin, dan aku juga duong.
Sebenarnya a sengaja bikin film super pendek ini, asal2an ngambil gambar, yaudahlah malah jadinya kayak gini. Ga jelas kan? Haha.




# Koplakman
Dibintangi oleh adik ku sendiri, si Yohan yang terobsesi jadi pahlawan.
Kalau ini mah emang niat bikin cerita koplak, judulnya ada Koplakman. Aku buat karena terobsesi film2 superhero jaman dulu, Ksatria Baja Hitam.. Emang koplak.




# Genk Kolplak Junior
Dibintangi oleh sepupu2 ku yg aku paksa untuk jadi artis, setidaknya artis di kampungnya.
Yang ini emang niat bikin trailer film koplak, namanya kan juga Genk Koplak Junior. Mungkin para Koplakers Senior bisa memberi contoh kepada Genk Koplak Junior ini bagaimana berakting yg baik. ^_^



Ada beberapa video lain sih yg belum terupload, tapi kali ini cukup itu dulu aja ya, karena videonya nyebut merek geto, haha. Hayoo siapa yg mau aku jadiin model film lagi??

AT OPENING CEREMONY AND 1st MATCH WORLD CUP 2010

Jumat petang waktu bagian Indonesia kemarin mungkin jadi hari bersejarah di dunia, khususnya bagi pecinta sepak bola. Sebuah ajang olah raga terakbar 4 tahunan sekali yg kini di selenggarakan di Afrika Selatan yaitu Piala Dunia 2010 akan segera dimulai. Full match yg akan disiarkan live maupun tunda selama 1 bulan penuh ini akan mengisi bulan Juni 2010 ini dengan aksi2 seru para bintang lapangan.

Pada pertandingan perdana yg menyiarkan tuan rumah Afsel melawan Meksiko akan di gelar sekitar 2 jam setelah upacara pembukaan dimulai. Aku ga mau ketinggalan buat menyaksikan pembukaan ajang terfavorit dunia ini, dengan nonton bareng berserta teman2 koplak lainnya. Pada kesempatam kali ini kita menyaksikan di Nusantara Café berserta tim koplak seperti Caem, Dinda, Baus, Panjik, Helmi, Yoga, Kucing dan Ncan.

Dengan disuguh upacara pembukaan kami pun menyaksikan tarian2 ala orang Afrika, dan aktraksi lainnya. Namun sayang, tempat kita nonton, gambarya kurang jernih, bahkan soundnya pun ga mantap alias mlempem, so hampir saja Helmi merusak proyektornya gara2 hal itu. Namun untung ada Panji yg selalu cepat mengantisipasi ulah Helmi. Sebelum pertandingan dimulai kami mengisi dg maen kartu UNO, makan dan taruhan. Oh bukan, ini bukan taruhan uang, tapi taruhan harga diri, hahaha... Kami membagi dalam beberapa grup, yaitu pendukung Meksiko dan pendukung Afsel.
# Pendukung Afsel: Aku, Kucing alias Angga, Dinda.
# Pendukung Meksiko: Panji.
# Pendukung Afem, alias pendukung yg mendukung tim yg menang alias ga mau kalah: Baus, Nindi, Ncan.
# Satu lagi: Helmi pendukung opo yo?? Anak itu sebenarnya mendukung Meksiko, tapi karena jiwa dan fisiknya lebih mendukung Afsel, makanya dia mendukung Afsel, haha, becanda Hel.

Oke berikut sekilas jalannya pertandingannya.
Afsel hampir dihajar pada paruh babak pertama oleh Meksiko, namun karena ketangguhan kipernya dan kurang baiknya finishing Meksiko, babak pertama harus berakhir kacamata, meskipun Meksiko sempat membuat gol namun harus dianulir oleh wasit terbaik asal Uzbekistan itu karena berbau offside. Aku juga baru tau ada peraturan offside yg seperti itu, ketika pemain lawan berada dibelakang kiper dan di beri umpan, maka dianggap opset. Tau tuh benera apa ga. Dan pertandngan babak pertama pun diwarnai sorakan nyebahi dari orang2 yg juga menyaksikan ditempat yg sama. Aku pun ikut bersorak buat mendukung Afsel, sampai suaraku ga merdu lagi, uhuk2. Helmi pun sempat mutung karena lagi2 gambar nya bruwet2, apalagi Helmi kan mirip orang Afsel, eh maksudnya pendukung Afsel. Sori Hel..hehe..

Masuk pada babak kedua, si Yoga harus pulang meninggalkan TKP, sepertinya dia ada urusan mendadak, mungkin mangkal juga ya tiap malam Sabtu, hehe..
Kali ini pertandingan berjalan lebih terbuka, Afsel mampu melakukan penekanan yg berat untuk pertahanan meksiko. Meksiko pun hampir dibuat kocar kacir oleh strategi balasan meksiko. Akhirnya pada menit 55 melalui umpan terobosan cepat sekaligus serangan balik dari Afsel, si Siphiwe Tshabalala mampu membuat tim Meksiko bungkan dengan gol cantiknya ke gawang Meksiko. Helmi pun bersorak, bahkan sampai mau lepas baju, weh sori meneh hel..hahaha..































Setelah bertubi2 Meksiko ditekan, akhirnya tim artis Maria Mercedes ini kembali bisa menguasai jalannya pertandingan, dan sebuah gol dari Rafael Marquez pada menit 79 mampu menyamakan kedudukan. Skor pun jadi imbang 1-1. Serangan demi serangan mampu di antisipasi oleh kedua kubu.














Memasuki pertengahan babak, aku agak ga konsen menyaksikan pertandingan, maklum penyakit lama ku kambuh dan disertai penyakit mataku pedih kembali dan hampir membakar arena nonton bareng. Sebenarnya Afsel hampir membuahkan gol lagi kalo saja sepakan Katlego Mphela bisa serong ke kanan sedikit ke dalam gawang. Namun sayang hanya membentur tiang gawang. Akhirnya pertandingan pun usai, kedua tim pun hrus rela berbagi angka untuk grup A ini.

Tapi lumayan lah sebuah partai pembukaan yg cukup menarik untuk disaksikan baru saja selesai. Kami pun menutupjumpa kali itu dengan menukar kaos, Helmi paling bersemangat, aihh lagi2 dia, wes ah.. Yup berikut adalah info yg bisa saya sampaikan pada partai perdana piala dunia kali ini. Malamnya Prancis juga hrus berbagi angka dg Uruguay dg skor kacamata. Dg demikian Afsel ada pada peringkat pertama grup A. Oke sekian dari saya, jangan lupa menyaksikan pertandingan hebat grup lainnya pada hari berkutnya. Saya Yoppi Richard dan beserta kru yg bertugas mohon pamit dan Salam Olahraga!!

KITA GA SUKSES-SUKSES ...

Gue emang uda akrab dg yg namanya nyanyi, uda jadi kebiasaan kali ya, mulai dari pas boker sambil teriak2 ga jelas, naek motor sambil teriak2 sampe mulut e kemasukan binatang yg terbang, bahkan di dalam mimpi pun nyanyi. Mulai dari music pop, rock, punk, aku hampir semua suka2 aja, bahkan lagu melayu jadul kayak Exist, UKS, aku juga sering nyanyi pas dlu waktu SD n SMP, campursari juga gitu, mpe uda biasa gara2 tiap pergi sama bonyok pake mobil lagunya camprsari mulu yg diputer.

Gw pernah ngfans sama Sherina pas jaman2nya film Petualangan Sherina booming dlu, aku jdi terinspirasi mnjadi seorang penyanyi gara2 itu. Top banget sih, film musikalnya itu. Selain itu aku juga bisa menirukan suara beberapa penyanyi sampe suaraku mirip banget kayak yg dikaset2, hehe..mulai dari Ariel, Duta Sheila on 7, Iwan Fals, keren kan? Kalo di Team Lo, mgkin aku dah bisa gantiin si Wawan yg punya keahlian yg sama.

Tapi dibalik itu semua, sebenere gw baru bisa maen gitar di awal kelas 1 SMA dlu, ngumpul bareng temen2 SD gw yg kbetulan ktemu di SMA lagi. Akhirnya aku belajar sdikit demi sdikit melalui ilmu2 mereka, si Gendox alias Wahyu, guru pertamaku yg ngajarin aku cara maen gitar yg baik dan benar, tapi aga ancur dikit. Lagu pertama yg gw bisa adalah Buat Aku Tersenyum, pas lagunya Sheila on 7 lagi hits2nya tu.

Berawal dari situlah aku mulai memperdalam ilmu2 ku, wuihh sangar.. akhirnya aku mencoba bebreapa kali ngeband di studio bersama teman2 SMA kala itu. Dengan lagu andalan Peterpan Mimpi yg Sempurna dan Blink 182 aku jadi makin tertarik dg hobi ini. Hingga akhirnya aku membentuk sebuah grup band, namun sayang, cerita dari band ini memang blm menggeliat, dan hilang pada akhirnya.
So inilah beberapa kisahku dg beberapa Band yg pernah trbentuk..

# TENGKLENG BAND

Sejarah:
Inilah Band pertamaku yg terbentuk secara mantap pada era kelas 3 SMA. Setelah sering latihan iseng2 pas kelas 2, akhirnya dikelas 3 memutuskan untuk menetapkan nama dan personil. Beranggotakan 5 orang, Aku vokalis, Sanjung gitar rythm, Sofyan Bassis, Baus gitar melodi, dan Gendox Wahyu sbg Drummer. Berawal dari sepulang menghadiri pensi di SMA ku, kita ber5 ngumpul di markas brimob, eh bukan maksud e rumahku. Kala itu mereka aku suguhi tontonan lawak Team Lo (pas blm terkenal), akhirnya mereka ketawa terpingkal2, entah kenapa akhirnya kami ber-5 memutuskan memberi nama band dengan nama TENGKLENG setelah nonton lawakan itu, karena kita terinspirasi dari lawakan TEAM LO yg terus2an membahas makanan Tengkleng dari Solo. Akhirnya muncul satu nama TENGKLENG BAND.

Karir:
Inilah Band pertamaku yg paling subur menciptakan lagu, uda banyak lagu yg dibuat sama anak2, baik bergenre pop maupun rock namun lebih banyak pop, uda hampir satu album dan mau rekaman, tapi sayang sekali, mimpi rekaman selalu batal dan batal lagi sampe akhirnya ga pernah rekaman secara resmi, pol2an rekaman pake tape recorder, tapi uda lumayan tuh. Dan selama karir Tengkleng yang hanya 1 tahun ini (paling lama), kita hanya mampu mengantongi proses touring sebanyak 1 kali, tragis itupaun pas acara 17an, itupun cuma nyanyi 2 lagu, itupun yg nonton bapak2, itupun2, alah, emang jarang sekali kami cari2 acara buat manggung, kalopun ikut seleksi kadang kalah bersaing dg band2 handal lainnya, so itulah kali pertama dan terakhir kami tampil.

Akhirnya:
Seiring waktu berlalu, dan kami berkuliah, nama TENGKLENG pun kini uda tinggal kenangan, karena emang rutinitas para personil uda jarang ktemu lagi, sangat disayangkan sekali. Tapi setidaknya jika kita berkumpul lagi pasti kita bakal ngejamm lagi. Lagu2 n teks rekaman yg tertunda kita masih aku simpan kok..haha..

# G.I.S.

Sejarah:
Pada masa peralihan SMA ke Kuliah, Gendox pun merasa bosan uda lama ga main, akhirnya kami mencoba mengunpulkan orang2 lagi dan terbentuklah band baru bergenre rock n punk, dengan nama G.I.S., berpersonil 4 orang dari SMA juga, Aku sbg Gitar n Vocal, Luki sbg Gitar Melodi, Ardi sbg Drummer, dan Gendox sebagai Bassis (ni anak multi talent, bisa bass, drum, gitar, keyboard, seruling, wah2). Di mulai ide dari Ardi yg sangat identik dengan namanya Musik Punk dia memilih nama G.I.S. yg merupakan singkatan dari Girl Is Suc*, maklum dia punya pengalaman yg ga enak sama cewek akhirnya pakailah nama itu, kita pun manut2 aja, karepmulah Di..

Karir:
Pada band ini, kami emang lebih sering memperdalam ilmu lewat dobel gitar buat nyerasikan music, ga begitu banyak juga latihannya, alhasil umur band ini juga ga lebih lama dg Tengkleng. Terhitung juga Cuma 1 kali tampil di paggung dalam acara reuni SMA, itupun juga agak mendadak. Akhirnya tak lama setelah itu formasi GIS berubah, aku memilih hengkang sejenak untuk memperdalam ilmu gitarku dlu, maklum aku baru tau kalo gitar maennya dipetik, selama ini aku maen gitar dg cara menggebuk, ah ya nggaklah.. Dan dengan formasi yang berbeda pula yaitu 1 vokal baru. Tapi kami juga pernah mencoba kolaborasi bareng setelah aku hengkang, ya iseng2 maen2 lagi, dengan formasi 5 personil, bertambah Septian sebagai vocal crow yang terkenal dg teriakan ketakutan sampe urat saraf lehernya mau keluar, tapi emang kala itu kita cuma maen2 aja, so ga berlanjut lagi pada band ini.

Akhirnya:
Selepas aku hengkang, Ardi pun mengganti nama dari G.I.S. menjadi G.I.S. (Get Its Selfish), namun lagi2 emang ga lanjut lagi cerita tentang G.I.S. ini, dan bubar. Terakhir terdengar Ardi buat band bari bernama Pot Belly, meskipun akhirnya kini Ardi uda bener2 berhenti dari dunia Drum n ngendandnya dan lebih memilih bisnis rental PS nya, man eman di, koe punya bakat kok.. Bakat ngangkutin drum maksud e..


# De Thinko at 20

Sejarah:
Terbentuk dikala kuliah smester 6, 7 gitu. Bosen uda lama ga maen band lagi, akhirya Gendox mengajakku buat band baru lagi (Buset ni orang hobinya bikin band terus. Tapi lagi2 aku juga menerimanya, haha). Sebuah konsep baru terbuat, dan kami pun menggaet Wawan, temen SMA ku (mantan Dokter Klinik Band). Terinspirasi dengan Blink 182 yg mulai menghilang, akhirnya kami pun memulainya, berpersonil 3 orang Aku vocal dan gitar, Gendox vocal dan bass, dan Wawan sebagai drummer. Bner2 seperti Blink 182 tapi ala cah Jowo. Berawal dari 3 orang yg sedang berkumpul drumahku, dan kami memilih nama De Thinko at 20 karena diambil disaat kita berumur 20 tahun trus kepikiran (Think=mikir, mbuh bener po ora) buat bikin band lagi, akhirnya biar namanya agak keren kami pun mereko-reko (mengubah sedikit format nama) menjadi De Thinko at 20.
Namun seiring latihan demi latihan ada beberapa kendala dg personil kami, hinggak akhirnya kami mengganti personil. Wawan pun diganti dg Saindra temen kuliahku. Sebenarnya band ketiga ini adalah band yang sering berganti personil, akhirnya format band ini berubah lagi, karena Saindra padat pada jadwalnya. Setelah berpikir keras akhirnya muncul ide dengan format baru yaitu Aku gitaris, Gendox basis, Puteri vokalis, dan Antok drummer (Pinjem dari Yayat Band). 2 pemain baru yaitu Antok dan Puteri temen kuliahku juga.

Karir:
Dengan formasi baru 4-4-2 ini, eh 4 orang ini, kami sempat melambung di era awal 2009. Memilih jalur music yg beda pula, ala Paramore, karena vocalnya cewek, kami pun sempat mengguncang Jogja melalui gempa 6,7 skala richter, bukan maksutnya kami sempat main di acara kampus. Antusiasnya pun lumayan, dengan mengerahkan temen2 satu angkatan. De Thinko at 20 pun sering latihan distudio, minimal 1 minggu sekali, tentunya dengan beberapa inovasi music, tapi juga ujung2nya maenin Paramore lagi. Namun karena singkatnya waktu, kami jarang lagi mencari audisi seleksi band untuk acara2 penting dan akhirnya itulah kali pertama kami manggung dan mgkin terakhir kali.

Akhirnya:
Tapi entah kenapa tiap kali habis manggung, dari band pertama sampai band terakhir ini, semangatnya mulai menghilang. Dan seiring dengan kesibukan dari masing2 personil ini, mengingat sudah semester akhir dan harus menyelesaikan skripsi (Aku), sedangkan Gendox juga harus kuliah lagi (S2 ya?) bukan dia uda keseringan bolos, makanya dia sekarang niat kuliah), dan kesibukan personil lainnya. akhirnya nasib band ini juga mengambang, atau mungkin udah bubar. Karena emang udah jarang ngumpul n ketemu lagi ditambah usia band yag emang belum lama, akhirnya De Thinko at 20 non aktif lagi. Pada akhirnya kok selalu begini..


>> Tambahan >>


# Genius Voice

Sejarah:
Oiya sekedar tambahan aja ni, pada masa terbantuknya Tengkleng Band, aku pun sempat bergabung juga dengan Genius Voice, jadi aku menyambi 2 job band. Tapi tunggu ini bukan band, GV (Genius Voice) adalah grup vokal nasyid.. Berpersonil 7 orang, Aku suara 2, Yadi vokal utama, Sanjung suara perkusi, Wawan suara perkusi utama, Zainal suara bariton, Girat suara 1, dan Gendox (lagi2) suara setan , eh maksudnya suara bass. Mulanya aku bukan anggota grup ini, tapi karena ajakan dari si Girat dan anak lainnya, aku pun terpaksa utk bergabung membantu mereka, karena ada acara mepet. Akhirnya anak2 muda yg tobat ini pun menyanyikan lagu2 nasyid acapella, terinspirasi dari grup Justice Voice, maka si Zainal memberi nama Genius Voice, karena suara kami emang jenius sekali, wuidihh..

Karir:
Selama karir grup ini, emang tercatat grup yg paling subur tour ke acara2, baik dari sekolahan, acara agama bahkan sampai ke kampung2 sbg bintang tamu, wuih keren. Bahkan selama SMA, guru2 pun uda pada hafal dg grup ini, bahkan ada guru yg ngefans dan berpoto ria, astagfirullah, gurunya mungkin matanya uda kabur kali ya.. Kok ya mau poto2 sama kita, ckckck..

Akhirnya:
Seiring dg berpisahnya orang2 GV karena uda lulus SMA, aku pun memilih utk hengkang juga karena aku kurang tertantang (gayamu le), dan akhirnya pergantian personil pun dilakukan berkali2 sampai pada akhirnya grup ini mulai non aktif juga. Sebenarnya sangat disayangkan, mengingat grup nasyid ternyata cukup diminati di kalangan Remaja muslim jogja, tapi apa mau di kata. Ternyata dari sekian band itu malah yg keliatan sukses ya yang grup nasyid ini, wah2 emang kalo pada tobat malah jadi laku keras ya, prikitiuww..

Yups itulah kisah petualang ttg band2 ku yg pernah terbentuk, kinipun ada beberapa tawaran lagi, si Gendox lagi2 mengajakku bikin band (hobi banget tu anak ya), tapi blm sempet buat band lagi, gatau tu anak malah gada kabarnya lagi. Oke mungkin kesuksesan kita emang blm didapat sepenuhnya, dan perlu perjuangan yg lbih lagi. Meskipun bgtu, aku juga sepet iseng2 maen band dg tman2 dengan nama2 yg aneh (Tambal Band, Toilet band, Ayamuts band, dll), tapi lagi2 juga cuma sebatas iseng aja dan blm ada komitmen utk bikin band resmi lagi meskipun mimpi2 ku juga selalu terbayang utk mnjadi vocalist menggantikan Joshua Suherman, eh bukan, ya pokoke vocalist yg super keren.

NB:
Wah sepertinya perlu membuat band sampai yang ke 13 kali biar bisa sukses.. mau??

KETIKA SEMUA HARUS BERAKHIR

Selasa malam..
Sebelumny ak tidak ada feeling apa2 ttg apa yg akan terjadi, malam itu biasa2 saja,dingin tapi agak panas seperti malam sebelumnya.. Tapi ak tdk mnyadarinya bhwa mlm ini akan jadi malam yg menyakitkan buat aku.. Hubungan yg telah kita jalin selama lebih dari 4 tahun ini sepertiny tdk bisa berlanjut lebih lama lagi.. Berat, memang berat, tapi dlm hatiku aku masi ingin brsamamu, mskipun mgkin kau tak seindah dlu.. Tapi ak masi sayang kamu, dan emang ga ada yg bisa menggantikan..

Semua kenangan prnah kita lalui brsama, sedih dan senang.. Kau prnah jatuh hingga terluka tapi aku brusaha utk tetap mnjagamu.. Pernah juga kita kehujanan brsama2, tapi untung kamu ga sampe sakit parah..

Mungkin memang wktu yg mmbuat kita hrus brpsah, dan apakah memang saat ini kita akan berpisah selamany?? Ak sedih, sedih sedalam2ny atas perpisahan ini.. Aku telah melakukan berbagai cara tapi emang wktu trnyata lebih bisa memenangkan utk perpisahan ini.. Huks..

Tapi meskipun nanti kita akan brpsah, smua knangan ini ga akan pernah aku lupakan.. Setidakny aku telah menyimpan kenangan dan ingatan itu pada sebuah chip yg ak simpan di otak, dan kusimpan juga pada chip yg kusebut MMC dan juga aku simpan di komputer..
Yup aku sedih harus berpisah dengan HP ku ini.. Huwaaaa...

Bentar2, ni yg mbaca pasti mengira perpisahanku dg kekasihku ato apa, bukan2.. Tapi ini tentang handphone ku..( sing moco podo gonduk kabeh ). Woo balangi watu tenan iki..

Tapi apa boleh buat HP Nokia series 6600 berwarna hitam yg aku beli lebih dari 4 tahun yg lalu ini, mgkin uda ga brumur panjang lagi.. Sering sakit2an meskipun aku bisa menyembuhkan dg menserviskannya, tapi emang umur juga brpgaruh.. Uda smbuh skit2an lagi..

Meskipun HP yg pada 4 tahun sebelumnya cukup terknal dan canggih, trus kini tergeser dengan kecanggihan HP terbaru lainnya, tapi aku tetap tak berganti dan masi memakai HP ini.. Tapi sial betul HP ku rusak lagi kali ini dan untuk yg kesekian kali, wah semprol.. Jengkel, bingung, sedih semua tercmpur karena HP ku rusak.. Tapi yoweslah, aku berniat memperbaikinya lagi tapi akan aku simpan saja, ga akan aku jual, buat knang2an?? Bukan, ya kalo dijual hargany jatuh banget, jadi murah mengingat udah banyak luka di HP ku, haduh2, beli dg harga 2juta, dijual dg harga 200 ribu, wah rugi banyak aku, hahaha.. Tapi emang akan aku simpan aja sebagai barang antik di masa depan, juga sebagai HP serep alias cadangan..

Yaudalah, kini aku harus menyongsong hari depan dengan lebih baik, Stoppp!! Ki kok bahasany masi sok puitis ga jelas, sok melo, wah jan.. Ya intine, alias aku harus tuku HP baru buat ngganti, haduh, duite sopo? Lg gada duit lg.. Yoweslah, marai emosi,,

NB: Ada yg mau kasi HP gratisan buat ak? Ato ada yg mau beliin HP baru buat aku? Cuih, ngarep tenan iki, usaha dewe..

DARI TREND FOLLOWER MENJADI TRENDSETTER

Waslap cing.. Ketemu lagi dengan saya,haha..uhuk2
Oke pada episode kali ini aku masih menceritakan tentang hidupku.. Yaiyalah, masak yaiyadong.. Nek adus kan ning kolah, ora ning kodong.. Preett.. Maksute belum bercerita ttg orang lain getoh..

Langsungan aja ya.. gini2 ni permulaanya:
Tiap orang pasti pernah mengalami masa2 perubahan,ya kayak aku gini dari masi bayi sampe sekarang banyak bgt perubahan, termasuk potongan rambut ku.. wekekek.. Mulai dari bayi sampe aku bisa buat bayi sendiri ini (lho??salah), aku uda ngerasain banyak gonta-ganti style rambut, untung bukan gonta ganti pasangan ya,bisa berabe ntar.. So buat kalian yang lagi pusing sama masalah mu, lagi pengen berubah menjadi sosok yang mengerikan, eh, disegani orang bahkan pengen ngikutin aku yg jadi trendsetter, hehe..ada baiknya kamu coba beberapa pilihan hair style seperti yg pernah ak coba dlu.. Check it out!!

# Potongan ala Bayi (Baby Style)
Pastinya semua orang pernah merasakan model ini, HUSS.. maksudnya pernah merasakan model ptongan ini. Style ini ak pake dari lahir sampe SD gtu.. Potongan sederhana nan simple dengan rambut tipis kayak cah cilik2.. Wah kategori yg satu ini ga perlu dimasukin aja juga gpp deh kayaknya.. Yada, lanjuuut..


# Potongan Belah Pinggir
Nah yg satu ini juga masi standar, namanya belah pinggir, kalo ibu ku aman ulu bilangnya 'Sigrak Pinggir', pasti waktu pada masi kecil banyak ni anak2 potongannya kyk gini. Aku memakai style ini kira2 SD, SMP, SMA, Kuliah, bahkan kadang2 kalo pas njagong juga..ealah.. tapi tetep selalu ada perkembangan dalam bentuknya. Kala kecil itu aku berkhayal sebagai Clark Superman dengan model rambut ini, terus pas ada yg minta tolong aku langsung berlari sambil membuka baju ku layaknya Superman, namun apa yg terjadi? Aku malah di jewer ibu ku gara2 kancing bajunya lepas semua soale aku buka baju nya tak paksa..hehe..

# Potongan Cepak alias Bross (2cm Style)
Potongan ini dinamakan bross berasal dari kata boros (kui teorine sopo meneh??), karena tipis, cukup 2cm dan simpel motongnya, jadi tukang cukurnya ga boros makan waktu, kita jg ga boros pake sampo.. jiahh, lupakan. Style ini marak aku pake pas SMP, pas lagi ketombean, bahkan pas masuk kuliah, karena kampus ku rada militer getoh buat maba(mahasiswa batokmu),wah2.. Kepala 1 ruangan sama semua, trus panggilannya juga sama, Dul..Gundul.. dan dunia pun cemerlang semua lampu dinyalakan, maksute kepalane murup2 gara2 bross.

# Potongan ala Ljungberg (Njegrak-njegrak Style)
Wktu aku SMP aku ngfans banget sama tukang bakwan kawi yang namanya Ljungberg, halah maksudnya sama pemain Bola dari Arsenal. Wow keren bget, dengan cat warna merah di rambut tengahnya..so cool.. Trus aku ngikut2 modelnya, aku merasa keren, cewek2 pada ngeliat aku, wow fantastis, dan ternyata mereka tertawa terpingkal2, cat ku luntur di muka..asem..gak kok.. Tapi sayang, cuma item doang, yaiyalah kalo merah ya jangan harap bisa masuk kelas, malah nilai rapotmu yg jadi merah, soale cat rambutnya luntur trus netes di rapot, merah semua kan, susah sendiri malah.

# Potongan ala TinTin
Untuk style yg satu ini terinspirasi pada film Tintin sang detektif, dengan jambul depannya. Aku mencoba gaya ini pertama kali waktu SMP dan alhasil banyak anak kecil histeris, maksunya menangis histeris, terang aja balon yg mereka beli dari Pak Balon (nama tukang balon), pada meletus kena rambut ini,cekakak.. Mulai saat itu ga ada lagi lagu ‘balonku ada lima..’ trus dganti jadi ‘balonku pecah semua..’

# Potongan Belah Tengah (Sigrak Tengah Style)
Beranjak di masa SMA aku sempat memakai model rambut ini, yah aku yg memang mengidolakan AC Milan tim sepak boal favoritku apalagi disitu ada pemain favoritku, Alessandro Nesta.. so aku memanjangkan anuku, maksudnya rambutku dan menatanya seperti style itu.. keyeeeenn.. Apalagi pas maen bola, aku memakai tali di rambutku, wuiss mirip banget sama Nesta pas pake bandana,, semakn menambah rasa Pede,. Trus aku pulangnya ditarik2 sama penggembala kambing, sial.. Ternyata tali yg tak pake adalah tali buat 'angon wedus'.. sumprett..
NB:
'angon wedus' = 'nggembala kambing'
woo dasar wedhuss..

# Potongan ala Oasis
Selain oasis, aku terinspirasi sama Diego Tristan yg kala itu membela Deportivo, tampak simple tapi keren gitu. Mulai aku coba waktu SMA tapi gak terlalu sering sih soalnya aku jadi sering memakai obat mata. Kenapa gtu? Iya soalnya, rambut poni nya mencolok mataku sampe merah2 dan berdarah-darah.. Akakakak..


# Potongan ala Dida
Buseet dehh dari tadi ngikutnya pemain bola semua.. Ya wajar, ak emang suka nonton bola dan ga cuma permainannya aja yg aku liat tapi juga fashion yg mereka anut,jiah emang agama.. Dan pada style yg satu ini, aku meniru gaya Dida, kiper tangguh dari AC Milan (skalian promosi,hehe). Gimana coba? Ya dengan model rambut bros biasa, lalu aku mencukur sendiri rambutku seperti garis ‘mak jleret’ gtu. Wah bahasanya susah, ya seperti terbelah gitu. Tapi potongan ini adalah style tercepat sepanjang hidupku, yap Cuma bertahan 2 hari, gmana enggak, lha aku tiap pelajaran di kelas harus nutupin garis dikepalaku, takut guru2 ganas tau bisa dicukur gundul aku..haha..

# Potongan ala Beckham
Beranjak Kuliah, aku ga segan2 merubah2 style.. dan style ini dipopulerkan oleh David Beckham yang kala itu dipakai saat Piala Dunia dengan nama style ‘mohawk’. Model ala suku Indian ini cukup favorit kala itu, bahkan ada sampai seperti Ultraman kalo bener2 mohawk. Tapi aku memilih style yg semi Mohawk jadi tidak seperti punk yg bener2 ultra, halah, maksutnya tidak terlalu mencolok seperti sikat WC, haha. Yaps tambut bagian tengah berdiri tapi disampingnya tipis saja.. so keren lah.

# Potongan ala Junot
Di kala itu lagi heboh2ny film Realita Cinta n Rock n Roll, tak kalah hebohnya juga dengan style rambut pemainnya, Junot dan Vino. Waktu itu aku lagi puyeng, ga bersemangat, bosan dan beberapa istilah lainnya, trus adikku kasi referensi style baru, hasilnya, wow aku jadi fresh lagi, bersemangat dan siap untuk rock n roll. Habis itu aku langsung dapat tawaran manggung n konser lagi, trus tawaran main film juga ga berhenti2.. wah efeknya hebat sekali..

# Potongan ala Ra Karuan

Nah model yg terakhir iniaku beri nama ‘style ra karuan’. Kenapa gitu? Yah, aku lagi bosan dengan semua potngan rambut, akhirnya aku memasrahkan diri sama Yang Kuasa. Lho, maksudnya memasrahkan diri biar rambutku tumbuh ga keurus. Alhasil aku seperti 10 tahun lebih tua, kumis berceceran kemana2, jenggot belepotan kemana2, rambut pun banyak coro n kadal, busyett.. ga kok, tapi setidaknya aku menjadi seperti seorang yang terkurung di gua selama berabad2 dan ketka keluar trus menemukan pencukur, seperti segar lagi. Yah setelah sekian lama dengan style itu, aku potong rambut lg, aku merasa hidup kembali…Huahahahaha..















Oke itu aja episode kali ini tentang hair style ku, semoga bermanfaat buat kalian2,haha.. Tapi masih ada beberapa style lagi yg belum sempat aku rasakan bahkan mungkin ga akan aku rasakan seperti rambut gimbal, rambut dikelabang, trus rambut berkonde, ckckck.. Tapi apapun gaya n modelnya nya, aku tetep keren kok,cuuh.. Buat siapa aja yg mau meniru style2 tsb silakan jadi trend follower dari aku.. karna aku adalah trendsetter bagi kalian,wakakak

Duh rambutku gatel, akeh corone wis pirang ndino ratau adus…